Strategi Askafia yang merupakan Strategi dalam pengelolaan LKP. Askafia Bireuen.
Strategi Askafia ( Akrab, Semangat, Kreatif dan Ceria )
a. A- Akrab : Hubungan akrab ditandai oleh kadar yang tinggi mengenai keramahtamahan dan kasih sayang, kepercayaan, pengungkapan diri, dan tanggung jawab. Kepemimpinan yang akrab menjadi salah satu strategi Pengelola untuk mewujudukan visi , misi dan tujuan LKP.
Pengelola LKP berusaha secara konsisten mempengaruhi kegiatan satu sama lain dengan keakraban yang tulus, memusatkan pikiran dan emosi pada bawahannya dan secara teratur terlibat dalam aktivitas bersama sebisa mungkin.
b. s- Semangat
Pengelola LKP. Askafia dirasa memiliki semangat yang besar pada kepemimpinannya dalam mengelola LKP, semangat yang berarti rasa keinginan kuat untuk melakukan sesuatu yang bermakna bagi LKP nya, bagi bawahannya/ instrukturnya dan bagi peserta didik nya. Semangat berarti juga memiliki rasa bertanggung jawab, rasa peduli terhadap perkembangan LKP nya. seperti :
b1.Semangat dalam mengelola LKP dengan professional.
b2. Semangat dalam memotivasi bawahannya/para instruktur.
c. Kreatif
kaf – Kreatif dalam memfasilitasi para instruktur di LKP saya untuk melakukan inovasi. seperti yang telah kami jalankan selama ini di LKP Askafia yakni contohnya mengundang narasumber dari luar kota dan luar negari (native speaker) , bermain games speaking, games writing, mengadakan seminar, kelas outdoor, dsb
Kreatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan keterampilan berbahasa inggris karena mealui kepemimpinan yang kreatif akan melakukan segala macam cara untuk LKP nya agar peserta didik LKP dapat berkomunikasi bahasa Inggris, sehingga diharapkan lulusan LKP Askafia berkarakter, berdaya saing tinggi, siap untuk diserap untuk bekerja dan untuk berwirausaha dikarenakan telah memiliki keterampilan Public Speaking dan Berkomunikasi, seperti : * foto terlampir
d. ia – Ceria dalam menciptakan lingkungan kelas yang dapat menumbuhkan semangat belajar dan pembelajaran yang menarik.
BAB II PEMBAHASAN
A. Strategi Pengelolaan LKP. Askafia
Strategi Askafia, dalam strategi Pengelolaan LKP ini, saya harus memiliki perencanaan yang baik, pelaksanaan yang teratur dan diawasi, kemudian pelayanan yang baik sehingga tujuan Lembaga Askafia yakni : Menyiapkan lulusan yang siap menuju lingkungan internasional hingga menghasilkan alumni kursus dan pelatihan di LKP. Askafia yang berkarakter dan berdaya saing tinggi dapat terwujud. Konsep strategi Askafia dalam pengelolaan LKP.Askafia demi membangun karakter peserta didik melalui kepemimpinan yang menghasilkan lulusan berdaya saing tinggi , ialah dengan melakukan : Askafia, yakni kepanjangan dari : Akrab, Semangat Kreatif dan Ceria.
1.A- Akrab : Hubungan akrab ditandai oleh kadar yang tinggi mengenai keramahtamahan dan kasih sayang, kekeluargaan, kepercayaan, pengungkapan diri, dan tanggung jawab. Kepemimpinan yang akrab menjadi salah satu strategi Pengelola untuk mewujudukan visi , misi dan tujuan LKP.
Pengelola LKP berusaha secara konsisten mempengaruhi kegiatan satu sama lain dengan keakraban yang tulus, memusatkan pikiran dan emosi pada bawahannya dan secara teratur terlibat dalam aktivitas bersama sebisa mungkin. Dalam kepemimpinannya pengelola berusaha berinteraksi dengan akrab, merespon, memahami dan merasakan yang dirasakan tim nya, bawahannya, para instrukturnya, bahkan dengan peserta didik nya.
Dengan keakraban yang dijalin pengelola dengan tim nya, pengelola dapat mempengaruhi dan mengajak timnya, bawahannya, para instrukturnya untuk bersama membangun karakter peserta didik yang menghasilkan lulusan yang berdaya saing tinggi.
Didalam strategi “Akrab” LKP.Askafia juga memiliki program mengundang beberapa institusi/ tokoh terkait dalam beberapa acara yang diselenggarakan LKP. Misalnya : Acara Debat Bhs Inggris, Acara Lomba Test Vocabulary dsb, Lomba Pidato Bhs Inggris, mengundang Guru- guru Bhs Inggris se Kabupaten Bireuen, Tamu dari luar kota dan luar negeri, Bapak Sekda Bireun, Kepala Dinas Pendidikan Bireuen, Tokoh Pejabat Daerah, Pemilik Perusahaan/ Dudi, Mitra kerja, mereka diundang sebagai Motivator. Juga sebaliknya LKP Askafia selalu diundang untuk beberapa acara di luar sebagai motivator juga. *foto terlampir.
2.s- Semangat
Pengelola LKP. Askafia dirasa memiliki semangat yang besar pada kepemimpinannya dalam mengelola LKP, semangat yang berarti rasa keinginan kuat untuk melakukan sesuatu yang bermakna bagi LKP nya, bagi bawahannya/ instrukturnya dan bagi peserta didik nya. Semangat berarti juga memiliki rasa bertanggung jawab, rasa peduli terhadap perkembangan LKP nya. seperti :
2.1 Semangat dalam mengelola LKP dengan professional, sebagai pengelola mestilah memiliki perencanaan yang baik, pelaksanaan program/tujuan yang telah ditetapkan dengan efektif, teratur dan diawasi, serta memberikan pelayanan yang optimal. Semangat ini harus dilandasi dengan perencanaan, pelaksanaan, pelayanan dan pengawasan yang baik. Mempertahankan rasa semangat bisa dilakukan dengan memiliki terlebih dahulu perencanaan, lalu meng-arah-kannya agar bisa menghasilkan hal-hal yang ingin dicapai LKP bersama- sama. Semangat yang seperti ini bertujuan agar instruktur/pelatih dapat menjalankan tugas nya masing- masing dengan baik dan mencapai target dan tujuan seperti yang telah kami jalankan di Lembaga Askafia selama ini yakni seperti memberikan kontrak kerja lengkap dengan silabus, tata tertib, peraturan dan beberapa pasal agar instruktur/pelatih mengajar dengan professional dan disiplin yang bertujuan menghasilkan lulusan yang diharapkan.. Kemudian mengadakan rapat bulanan terhadap semua instruktur dan staff admin di LKP Askafia yang bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme sehingga dapat mendorong terciptanya mutu lulusan yang berkarakter dan berdaya saing tinggi.
*foto terlampir
Diperlukan tekad yang kuat untuk mempertahankan semangat. Kepemimpinan yang memiliki semangat yang kuat haruslah selalu mempertahankan eksistensinya atau bahkan untuk menambah kekuatan dari semangat itu.
2.2 Semangat dalam memotivasi bawahannya, Kepemimpinan yang memiliki semangat untuk menyemangati bawahannya dengan cara memberikan motivasi, mentoring dan reward kepada para instruktur dan staff yang dibawahinya, serta memberikan perhatian dan penghargaan terhadap instruktur dan staff admin seperti : Mengadakan mentoring bahasa inggris langsung dari Pengelola seminggu sekali, mengirimkan instrukturnya untuk mengikuti pelatihan atau semacam training yang berguna untuk pengembangan instruktur itu sendiri dibidangnya masing- masing, memberikan bonus tahunan, dan THR.
3.Kreatif
kaf – Kreatif dalam memfasilitasi para instruktur di LKP saya untuk melakukan inovasi agar peserta didik tidak pernah merasa bosan untuk mengikuti kelas bahasa inggris , selalu menyajikan sesuatu yang kreatif, yang baru yang unik dan yang berbeda sehingga peserta didik selalu hadir dalam kelas bahasa Inggris , seperti yang telah kami jalankan selama ini di LKP Askafia yakni contohnya mengundang narasumber dari luar kota dan luar negari (native speaker) , bermain games speaking, games writing, mengadakan seminar, kelas outdoor, dsb * foto terlampir , dimana kita berusaha konsisten terhadap visi misi kita yaitu menyelenggarakan Kursus Pelatihan yang menyelaraskan kualitas pendidikan Bhs Inggris dengan kebutuhan dunia kerja. Sehingga diharapkan Lulusan LKP Askafia memiliki karakter dan dapat bersaing dengan Negara Asean
3.1 Kreatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan keterampilan agar peserta / siswa aktif dalam menggunakan bahasa Inggris, seperti yang telah kami jalankan selama ini untuk menguasai bahasa Inggris dengan baik dan benar, proses belajar mengajar di LKP Askafia menekankan aspek latihan (Trial and Error) sehingga akan terlibat secara aktif dalam menyampaikan pendapat/gagasan secara bebas sesuai dengan kondisi nyata. Pada dasarnya penguasaan bahasa inggris terdiri atas listening, writing, speaking and reading. Dengan kemampuan bahasa inggris yang baik, akan terbuka banyak kesempatan untuk memperoleh pekerjaan yang baik terutama di perusahaan multinasional yang memang mensyaratkan kemampuan bahasa inggris yang baik, untuk menuju lingkungan Internasional karena bahasa inggris merupakan bahasa pergaulan internasional dan secara umum bermanfaat untuk dapat bersaing di era globalisasi.
Berbicara di muka umum (Public speaking) bagi sebagian orang bukanlah hal yang mudah dilakukan. Tapi faktanya, bukan pula hal yang teramat sulit untuk dipelajari. Selama ini, Beragam alasan orang akan menghindar untuk tidak berbicara di depan umum, karena menghadapi banyak orang dengan beragam karakter. Dan itu terkadang bisa menyulitkan. antara lain: untuk menyampaikan promosi, informasi, memotivasi, membujuk dan mempengaruhi orang lain, mencapai saling pengertian dan kesepakatan, meningkatkan penjualan produk/keuntungan bisnis dan membagikan pengetahuan yang dimiliki seseorang dan bisa dijadikan sebagai pilihan karir yang menjanjikan. Kepemimpinan yang kreatif akan melakukan segala macam cara untuk LKP nya agar peserta didik LKP dapat berkomunikasi bahasa Inggris, sehingga diharapkan lulusan LKP Askafia berkarakter, berdaya saing tinggi, siap untuk diserap untuk bekerja dan untuk berwirausaha dikarenakan telah memiliki keterampilan Public Speaking dan Berkomunikasi. * foto terlampir
3.2 Kreatif dalam melengkapi ketersedian sarana prasarana dan media kreatifitas untuk pembelajaran di kelas. sarana yang meliputi pendingin ruangan, papan tulis yang layak, lemari buku, peralatan pendidikan/ ATK, media pendidikan, media kreatifitas, Audio untuk Listening, buku dan sumber belajar lainnya, bahan habis pakai, serta perlengkapan lain sangatlah diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan, LKP Askafia merasa bahwa setiap Lembaga wajib memiliki prasarana seperti ruang kelas, ruang tatausaha/administrasi, ruang tempat instruktur berkumpul, ruang praktek Speaking, kamar mandi yang bersih, tempat beribadah, ruang tunggu, dll seperti yang telah kami miliki dan selalu kami jaga. *foto terlampir.
3.3 Kreatif , Pengelola bekerjasama dengan semua instruktur dalm berkreatifitas untuk mensinkronkan atau menyelaraskan antara materi pelajaran bahasa Inggris di LKP Askafia dengan materi yang dibutuhkan di dunia kerja, Setiap waktu tuntutan di dunia kerja terus berkembang. Oleh karena itu, lulusan dari LKP harus dibekali dengan ilmu yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja tersebut dengan harapan surat lamaran mereka kelak akan dilirik oleh kalangan dunia usaha dan industri.
4.ia – Ceria dalam menciptakan lingkungan kelas, yang dapat menumbuhkan semangat belajar dan pembelajaran yang menarik agar peserta kursus dapat termotivasi mempraktekkan keterampilan Speaking mereka. Strategi “ceria” berarti pengelola mengajarkan betapa pentingnya sifat ceria didalam kelas bagi instrukturnya, karena pengelola yakin bahwa jika memiliki wajah/sinar muka yang ceria dalam membimbing/melatih peserta didik maka aura dikelas akan menumbuhkan semangat dalam mempelajari keterampilan berbahasa inggris sehingga sesuatu yang dianggap monoton akan berubah menjadi sesuatu yang menarik. Sebagai pengelola dan/atau sebagai pemimpin tentunya haruslah memberikan contoh kepada bawahannya maka dari itu dimulai dari pengelola sendiri haruslah memiliki sifat ceria, tidak boleh membawa urusan rumah kedalam kelas dan jangan pernah memberikan pancaran wajah yang tidak ramah.
Pengelola haruslah terus berusaha memiliki sikap hati yang selalu memancarkan keceriaan, yang mampu mengontrol emosinya, tidak suka mengeluh dan menikmati hidupnya. Keceriaan bisa muncul karena kita selalu berpikir poisitif, tidak berprasangka buruk dan selalu berpandangan dengan sudut pandang yang positif, lebih suka mencari solusi dibanding frustasi.
* foto terlampir
Dalam mengimplementasikan Strategi Askafia sebagai strategi pengelolaan LKP. Askafia Bireuen, tentunya pengelola menerapkan hal yang paling penting dalam manajemen yakni :
1. Perencanaan merupakan hal yang sangat penting bagi saya sebagai pengelola Lembaga Kursus Pelatihan ini, perencanaan sangat menentukan apa yang ingin dicapai di masa yang akan datang untuk LKP ini, Jika kita memiliki rencana maka kita akan memiliki aktivitas yang dibatasi oleh lingkup waktu tertentu, sehingga perencanaan sebagai kegiatan terkoordinasi untuk mencapai tujuan Lembaga Askafia. Bagi Lembaga Askafia strategi “semangat” berhubungan erat dengan perencanaan, karena semangat berarti bertindak, maka setelah adanya semangat, akan keluarlah rencana dan program kerja LKP. Semangat yang seperti ini bertujuan agar instruktur/pelatih dapat menjalankan tugas nya masing- masing dengan baik dan mencapai target,visi, misi dan tujuan seperti yang telah kami jalankan di Lembaga Askafia selama ini.
2. Pelaksanaan, sebagai pengelola LKP. Askafia, saya harus memastikan program / perencanaan yang telah ditetapkan harus sejalan dengan kondisi yang ada, yang mana dalam kegiatannya melibatkan beberapa unsur disertai dengan usaha-usaha dan didukung oleh alat-alat penunjang. Meningkatkan strategi “kreatif” dalam Pelaksanaan, agar proses belajar/pelatihan nyaman dan efektif dan peserta didik suka dan betah/ tidak pernah merasa bosan untuk mengikuti kelas bahasa inggris , karena LKP selalu menyajikan sesuatu yang kreatif, yang baru yang unik dan yang berbeda sehingga peserta didik rajin hadir dalam kelas bahasa Inggris
3. Pelayanan pengelola, Saya berusaha terus meningkatkan kepastian layanan agar peserta kursus dan wali siswa berkelanjutan memilih LKP.Askafia untuk menjadi tempat mengasah keterampilan berbahasa Inggris untuk putra- putri mereka, dikarenakan bagi kami adalah penting memiliki tutor/instruktur serta staff Admin yang akrab yang informative, yang selalu berkordinasi kepada siswa dan wali, yang mau mendengar keluhan saran dan kritik, responsif terhadap segala hal, memberi perhatian, ramah, kekeluargaan, melayani dengan sopan, bersikap baik, menghargai, dan memberikan pelayanan yang baik tidak hanya bagi peserta yang sedang mengikuti pelatihan tapi juga khususnya kepada peserta pendaftar baru. Maka strategi “akrab” berperan penting dalam pelayanan. Berinteraksi dengan akrab, merespon, memahami dan merasakan yang dirasakan tim nya, bawahannya, para instrukturnya, khusunya dengan peserta didik nya.
4.Pengawasan, pengelola selalu mengawasi dan mengevaluasi kegiatan belajar mengajar di LKP. Askafia. Suatu Pengawasan dikatakan penting karena tanpa adanya pengawasan yang baik tentunya akan menghasilkan tujuan yang kurang memuaskan, baik bagi LKP itu sendiri maupun bagi para instrukturnya dan staff lainnya, maka dari itu pengelola selalu rutin melakukan pengawasan dan evaluasi yang dilakukan sekaligus pada rapat bulanan.
Pengawasan/ pengendalian haruslah terus dilakukan dengan efektif dan efisien, dengan pengharapan apa yang telah ditetapkan, dapat dicapai dan dapat dilakukan koreksi atas penyimpangan-penyimpangan yang timbul seawal mungkin, dapat mengidentifikasi hambatan yang timbul dengan mengatasi hambatan dan ancaman, juga dengan adanya pengawasan dapat menghindari adanya kegiatan ataupun perubahan yang tidak terarah dan terkontrol.
Percakapan Obrolan Berakhir
Ketik pesan…
Askafia.com (akrab semangat kreatif ceria)
